Pasar multibahasa di India membuat pemasaran multibahasa di India lebih kompleks daripada sekadar menerjemahkan situs web ke bahasa lain. Dengan bahasa Hindi, Bengali, Tamil, Telugu, Marathi, dan banyak bahasa daerah lainnya yang digunakan oleh berbagai kalangan, bisnis perlu mempertimbangkan di mana pelanggan mereka berada, bagaimana mereka mencari dan berbelanja online, dan bahasa mana yang terasa paling relevan.
Memilih bahasa yang tepat hanyalah langkah pertama. Lokalisasi situs web di India juga melibatkan penyeimbangan antara bahasa Inggris dan bahasa daerah, menyesuaikan konten dengan sistem penulisan yang berbeda, memilih font yang sesuai, dan menyediakan sinyal kepercayaan serta opsi pembayaran yang familiar. Dalam panduan ini, kita akan mengeksplorasi cara memprioritaskan bahasa-bahasa India dan membuat situs web yang terlokalisasi agar lebih sesuai dengan audiens regional.
Poin-poin penting: Pemasaran multibahasa di India dan cara melokalisasi situs web Anda berdasarkan wilayah
Pilih bahasa berdasarkan target audiens Anda
Prioritaskan bahasa-bahasa seperti Hindi, Tamil, Telugu, Marathi, dan Bengali berdasarkan wilayah target Anda, audiens, penggunaan internet, dan permintaan pelanggan.
Sesuaikan situs web Anda untuk audiens lokal
Lakukan lebih dari sekadar penerjemahan dengan menyeimbangkan bahasa Inggris dan bahasa daerah, mendukung berbagai sistem penulisan dan font India, serta memastikan desain multibahasa Anda berfungsi di berbagai perangkat.
Lokalkan pengalaman pelanggan
Bangun kepercayaan dengan opsi pembayaran yang familiar seperti UPI, Paytm, dan RuPay, sambil menyesuaikan harga, informasi pengiriman, pajak, dan detail pembayaran dengan pasar India.
Bahasa-bahasa India mana yang harus diprioritaskan?
India tidak memiliki satu bahasa yang sama baiknya untuk setiap audiens. Strategi lokalisasi bergantung pada wilayah target Anda, profil pelanggan, dan bagaimana orang menggunakan internet. Kantar–IAMAI Internet di India 2024 Laporan menunjukkan bahwa bahasa-bahasa India sudah memainkan peran utama dalam aktivitas daring.
Pada tahun 2024, 870 juta pengguna internet di India mengakses internet menggunakan bahasa-bahasa India, yang mewakili 98% pengguna internet. Di wilayah perkotaan India, 57% pengguna lebih menyukai konten berbahasa India, dibandingkan dengan 43% yang lebih menyukai bahasa Inggris. Di antara bahasa-bahasa India yang dominan, persentase yang dilaporkan adalah:
- Hindi: 24%
- Tamil: 6%
- Bahasa Telugu: 4%
- Bahasa Marathi: 3%
- Benggala: 2%
Angka-angka ini memberikan titik awal yang berguna untuk memutuskan bahasa mana yang akan dilokalisasi terlebih dahulu. Bahasa Hindi menawarkan jangkauan bahasa online terluas di antara bahasa-bahasa yang terdaftar, sementara Tamil dan Telugu diklasifikasikan dalam laporan tersebut sebagai bahasa dengan rasio konversi tinggi untuk penggunaan bahasa tersebut secara online. Bahasa Hindi termasuk dalam kelompok rasio konversi menengah, sedangkan Marathi dan Bengali berada dalam kelompok rasio konversi rendah. Laporan ini mendefinisikan rasio konversi ini sebagai bagian dari pengguna yang sebagian besar menggunakan bahasa India untuk mengakses internet dibandingkan dengan pengguna yang telah menggunakan bahasa tersebut secara online.
E-commerce juga relevan ketika memprioritaskan bahasa. Laporan Kantar–IAMAI Internet di India 2024 mencantumkan belanja online sebagai salah satu aktivitas utama yang dilakukan menggunakan bahasa-bahasa India, yang mencakup 23% dari aktivitas online berbahasa India yang dilaporkan. Namun, angka ini bukanlah tingkat penetrasi e-commerce spesifik bahasa, sehingga bisnis harus menggabungkan angka-angka tingkat nasional ini dengan data lalu lintas, lokasi pelanggan, keterlibatan, dan konversi mereka sendiri. Misalnya, bahasa Hindi mungkin cocok untuk jangkauan yang lebih luas, sementara bahasa Tamil atau Telugu dapat diprioritaskan ketika bisnis memiliki permintaan yang kuat dari pasar regional tersebut.
Bahasa Hindi vs Bahasa Inggris untuk penonton India
Bahasa Inggris dan Hindi sama-sama memainkan peran penting di India, tetapi seringkali memiliki tujuan yang berbeda. Memilih di antara keduanya bergantung pada audiens Anda, industri, dan apakah tujuan Anda adalah komunikasi profesional, jangkauan konsumen yang lebih luas, atau konversi e-commerce.
Bahasa Inggris untuk audiens B2B dan profesional
Bahasa Inggris tetap banyak digunakan di lingkungan profesional dan bisnis India, menjadikannya pilihan praktis untuk situs web B2B. Para profesional, pengambil keputusan, dan tim yang bekerja dengan perusahaan internasional sering menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi bisnis, perangkat lunak, dokumentasi teknis, dan konten terkait industri.
Bagi perusahaan B2B, menjaga konten inti situs web dalam bahasa Inggris juga dapat mempermudah komunikasi dengan pelanggan di berbagai wilayah. Hal ini sangat berguna ketika sebuah perusahaan melayani beberapa negara bagian atau bekerja sama dengan mitra internasional. Bahasa Inggris dapat menjadi titik awal yang kuat untuk:
- Produk SaaS dan teknologi
- Layanan bisnis dan profesional
- Dokumentasi teknis
- Konten perusahaan dan investor
Sebagai contoh, sebuah perusahaan perangkat lunak SDM yang menargetkan bisnis di Mumbai, Bengaluru, dan Delhi mungkin menggunakan bahasa Inggris untuk halaman produk dan dokumentasi daripada membuat versi terpisah untuk setiap bahasa daerah.
Bahasa daerah untuk B2C dan eCommerce
Untuk pasar massal B2C dan e-commerce, bahasa daerah dapat membantu bisnis menjangkau konsumen di pasar di mana penggunaan internet dalam bahasa lokal sangat kuat. Hal ini membuat bahasa daerah sangat relevan untuk penemuan produk, konten belanja, promosi, deskripsi produk, FAQ, dan dukungan pelanggan.
Sebagai contoh, merek e-commerce yang menargetkan pelanggan di Tamil Nadu dapat menyediakan informasi produk dan konten promosi dalam bahasa Tamil di samping bahasa Inggris. Hal ini dapat membuat situs web lebih mudah dipahami dan membantu menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan lokal.
Kapan menggunakan strategi dwibahasa?
Bagi banyak bisnis, pilihannya tidak harus bahasa Inggris, Hindi, atau bahasa daerah lainnya. Strategi dwibahasa dapat menggabungkan bahasa Inggris untuk komunikasi profesional yang lebih luas dengan bahasa daerah untuk segmen konsumen atau pasar tertentu.
Salah satu pendekatan praktis adalah dengan tetap menyediakan situs web utama dalam bahasa Inggris sambil menambahkan versi lokal untuk wilayah yang menghasilkan lalu lintas atau penjualan yang signifikan. Bisnis kemudian dapat memperluas cakupan bahasa mereka berdasarkan permintaan pelanggan dan data kinerja. Strategi dwibahasa atau multibahasa dapat bermanfaat ketika:
- Bahasa Inggris dibutuhkan untuk audiens profesional atau nasional.
- Bahasa daerah penting untuk keterlibatan konsumen.
- Halaman yang berbeda menargetkan segmen pelanggan yang berbeda.
- Analisis situs web menunjukkan permintaan yang kuat dari wilayah-wilayah tertentu.
Sebagai contoh, bisnis e-commerce nasional dapat menggunakan bahasa Inggris untuk informasi perusahaan dan produknya, sementara menawarkan versi bahasa Hindi, Tamil, atau Bengali untuk halaman belanja utama bagi pelanggan di pasar yang relevan. Solusi terjemahan multibahasa seperti Linguise dapat mempermudah penambahan dan pengelolaan versi bahasa ini tanpa perlu membuat situs web terpisah untuk setiap pasar.
Naskah India dan tantangan lokalisasi
Menerjemahkan situs web ke dalam bahasa-bahasa India dapat menghadirkan tantangan teknis yang mudah diabaikan. Bahasa yang berbeda menggunakan sistem penulisan yang berbeda, yang dapat memengaruhi font, spasi teks, navigasi, tombol, dan tata letak keseluruhan situs web multibahasa.
Sistem penulisan regional utama di India
India menggunakan beberapa sistem penulisan utama, dan aksara yang digunakan untuk suatu bahasa dapat secara signifikan mengubah tampilan konten terjemahan di situs web. Bahasa Hindi, misalnya, menggunakan aksara Devanagari, sedangkan Tamil, Bengali, dan Telugu menggunakan aksara khas mereka sendiri.
Aksara-aksara ini memiliki karakter, bentuk, dan persyaratan rendering teks yang berbeda. Font yang berfungsi dengan baik untuk satu bahasa mungkin tidak memberikan dukungan yang lengkap atau konsisten secara visual untuk bahasa lain. Inilah mengapa lokalisasi harus mempertimbangkan aksara itu sendiri daripada memperlakukan semua bahasa India sebagai variasi dari sistem penulisan yang sama. Beberapa contoh utama meliputi:
Bahasa | Sistematika penulisan | Contoh |
Hindi | Devanagari | नमस्ते |
Bengali | Aksara Bengali | নমস্কার |
Tamil | Naskah Tamil | வணக்கம் |
Telugu | Naskah Telugu | నమస్కారం |
Aksara-aksara ini memiliki karakter, bentuk, dan persyaratan rendering teks yang berbeda. Font yang berfungsi dengan baik untuk satu bahasa mungkin tidak memberikan dukungan yang lengkap atau konsisten secara visual untuk bahasa lain. Inilah mengapa lokalisasi harus mempertimbangkan aksara itu sendiri daripada memperlakukan semua bahasa India sebagai variasi dari sistem penulisan yang sama.
Sebagai contoh, sebuah situs web yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Hindi dan Tamil tidak bisa begitu saja menerapkan pengaturan tipografi yang sama untuk kedua versi tersebut. Setiap bahasa perlu diperiksa untuk memastikan karakter-karakternya ditampilkan dengan benar dan tetap mudah dibaca.
Tumpukan font untuk berbagai aksara India
Pemilihan font merupakan bagian penting dari situs web multibahasa karena tidak setiap font mendukung setiap aksara India. Jika font yang dipilih tidak menyertakan karakter yang dibutuhkan, browser mungkin akan menggunakan font lain, sehingga menciptakan tipografi yang tidak konsisten di seluruh halaman.
Penggunaan susunan font yang tepat membantu memastikan bahwa setiap versi lokal memiliki cakupan karakter yang sesuai dan mempertahankan pengalaman membaca yang konsisten. Bisnis juga harus menguji font di berbagai browser dan perangkat umum, bukan hanya mengandalkan tampilan situs web pada satu sistem saja. Saat memilih font, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Cakupan skrip: Pastikan font mendukung bahasa target.
- Keterbacaan: Periksa bentuk karakter dan spasi pada berbagai ukuran.
- Font cadangan: Sertakan alternatif yang sesuai jika font utama tidak tersedia.
- Kompatibilitas perangkat: Uji coba di lingkungan desktop dan seluler.
Sebagai contoh, sebuah situs web yang menawarkan versi bahasa Hindi dan Bengali mungkin memerlukan konfigurasi font yang berbeda untuk memastikan karakter Devanagari dan Bengali ditampilkan dengan benar. Menggunakan susunan font berbasis Latin yang sama untuk kedua versi dapat mengakibatkan hilangnya karakter atau font cadangan yang tidak konsisten.
Mendesain situs web multibahasa untuk berbagai aksara
Skrip yang berbeda juga dapat memengaruhi ukuran dan struktur elemen situs web. Teks terjemahan mungkin membutuhkan ruang lebih banyak atau lebih sedikit daripada teks asli dalam bahasa Inggris, yang dapat menyebabkan masalah pada tombol, menu, judul, formulir, dan komponen dengan lebar tetap lainnya.
Oleh karena itu, pengujian responsif sangat penting saat menambahkan beberapa bahasa India. Periksa halaman yang dilokalisasi pada berbagai ukuran layar, dan pastikan teks tidak tumpang tindih, terpotong, atau menggeser elemen antarmuka penting dari posisinya. Berikan perhatian khusus pada:
- Menu dan tombol navigasi
- Judul dan blok teks
- Formulir dan bidang input
- Tata letak seluler
- Pembungkus teks dan tinggi baris
Sebagai contoh, situs web e-commerce mungkin memiliki ajakan bertindak (CTA) berbahasa Inggris yang singkat dan pas di dalam sebuah tombol. Setelah lokalisasi, teks terjemahan mungkin memerlukan lebih banyak ruang, menyebabkan label terpotong atau menjadi sulit dibaca. Memberikan lebar tombol yang fleksibel dan menguji setiap versi bahasa dapat membantu mencegah masalah ini.
Bangun kepercayaan dengan pembayaran yang disesuaikan dengan lokasi
Lokalisasi harus berlanjut lebih dari sekadar bahasa dan konten situs web. Bagi pengunjung India, sinyal kepercayaan yang familiar, metode pembayaran, dan harga dapat membuat pengalaman pembelian terasa lebih relevan dan mengurangi hambatan saat proses pembayaran.
Sinyal kepercayaan lokal bagi pengunjung India
Kepercayaan sangat penting ketika pengunjung memutuskan apakah akan membeli dari situs web yang tidak mereka kenal. Melokalisasi situs web dapat membantu dengan menampilkan informasi dan sinyal yang dikenali pelanggan India, daripada hanya mengandalkan pesan internasional yang umum. Pertimbangkan untuk menambahkan:
- Informasi kontak lokal dan detail dukungan pelanggan
- Ulasan dan testimonial pelanggan
- Kebijakan pengembalian dan pengembalian dana yang jelas
- Indikator keamanan dan pembayaran yang mudah dikenali
- Informasi pengiriman yang relevan untuk lokasi di India
Sebagai contoh, merek e-commerce internasional yang memasuki pasar India dapat menampilkan informasi pengiriman khusus India, opsi dukungan pelanggan, dan ulasan dari pelanggan India. Detail-detail ini dapat membuat situs web terasa lebih mapan dan relevan bagi pengunjung lokal.
UPI, Paytm, dan RuPay
Preferensi pembayaran adalah bagian penting lain dari pengalaman yang dilokalisasi. Menawarkan metode pembayaran yang sudah dikenal pelanggan India dapat membuat proses pembayaran lebih nyaman dan menghilangkan hambatan yang tidak perlu untuk menyelesaikan pembelian. Bisnis yang menargetkan pelanggan India dapat mempertimbangkan untuk mendukung opsi seperti:
- UPI untuk pembayaran digital langsung
- Paytm sebagai pilihan pembayaran digital yang sudah dikenal luas
- RuPay untuk pembayaran berbasis kartu
Sebagai contoh, toko e-commerce yang hanya menerima kartu kredit internasional dapat menimbulkan kendala bagi pelanggan yang lebih menyukai UPI. Menambahkan opsi pembayaran lokal yang familiar memberikan pengunjung lebih banyak fleksibilitas dan dapat membuat proses pembayaran terasa lebih alami.
Mata uang, harga, dan proses pembayaran yang disesuaikan dengan lokasi setempat
Menampilkan harga dalam rupee India (INR) adalah bagian sederhana namun penting lainnya dari lokalisasi. Pengunjung harus memahami biaya akhir tanpa perlu mengkonversi harga sendiri atau bertanya-tanya apakah akan ada biaya tambahan yang muncul saat pembayaran.
Pengalaman proses pembayaran juga harus mencerminkan harapan lokal. Pastikan biaya pengiriman, pajak, opsi pembayaran, dan informasi pesanan ditampilkan dengan jelas sebelum pelanggan mengkonfirmasi pembelian. Untuk situs web e-commerce yang menargetkan India, proses pembayaran yang dilokalkan dapat menampilkan:
- Harga dalam INR
- Metode pembayaran lokal
- Opsi pengiriman khusus India
- Perkiraan waktu pengiriman yang jelas
- Pajak dan biaya tambahan yang transparan
Sebagai contoh, alih-alih menampilkan produk seharga $49 dan meminta pelanggan untuk menghitung harga setaranya, versi yang berfokus pada India dapat menampilkan harga dalam INR dan menyediakan UPI atau opsi pembayaran familiar lainnya saat checkout. Penyesuaian kecil seperti ini dapat membuat proses pembelian lebih mudah dipahami dan membantu membangun kepercayaan.
Kesimpulan
Strategi pemasaran multibahasa yang sukses di India lebih dari sekadar menerjemahkan situs web ke dalam bahasa Hindi, Bengali, Tamil, Telugu, atau Marathi. Bisnis perlu memilih bahasa berdasarkan wilayah dan audiens target mereka, menyeimbangkan bahasa Inggris dengan bahasa daerah, menyesuaikan situs web mereka dengan berbagai aksara India, dan menyediakan sinyal kepercayaan serta opsi pembayaran yang familiar.
Jika Anda ingin membuat situs web Anda lebih mudah diakses oleh audiens India, menggunakan Linguise dapat membantu Anda menerjemahkan dan mengelola konten multibahasa di berbagai bahasa seperti Hindi, Bengali, Tamil, Telugu, dan Marathi. Dengan strategi lokalisasi yang tepat, Anda dapat membuat situs web yang terasa lebih relevan bagi pengunjung regional sekaligus memudahkan mereka untuk menjelajahi, mempercayai, dan melakukan konversi.



