Menerjemahkan dokumen hukum bukanlah sekadar mengubah kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Ini adalah proses yang membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi, karena kesalahan sekecil apa pun dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius.
Bayangkan jika bisnis internasional salah diterjemahkan. Hal itu dapat menyebabkan sengketa hukum, kerugian finansial yang besar, dan bahkan merusak reputasi perusahaan. Oleh karena itu, memahami praktik terbaik dalam menerjemahkan dokumen hukum merupakan langkah penting untuk memastikan keakuratan, kejelasan, dan legalitas setiap terjemahan. Mari kita cari tahu apa saja praktik terbaik untuk menerjemahkan dokumen hukum dalam artikel ini!
Mengapa menerjemahkan dokumen hukum itu penting?

Dokumen hukum memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari urusan pribadi seperti akta kelahiran dan kontrak hingga urusan profesional dan transaksi bisnis internasional. Baik Anda berurusan dengan otoritas lokal maupun mitra internasional, terjemahan dokumen hukum yang akurat dan tepat sangat penting untuk memastikan kepatuhan, melindungi hak Anda, dan menghindari sengketa hukum yang mahal.
Bayangkan konsekuensi dari kontrak yang diterjemahkan secara salah: sebuah bisnis mungkin harus menanggung kerugian jutaan dolar yang tidak terduga atau terlibat dalam perselisihan hukum yang panjang. Bahkan kesalahan kecil dalam dokumen hukum dapat memiliki implikasi yang luas. Itulah mengapa sangat penting untuk mempercayakan tugas penerjemahan hukum kepada para profesional yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang diperlukan untuk memberikan hasil yang akurat dan andal.
Jenis-jenis dokumen hukum yang dapat diterjemahkan

Kebutuhan akan jasa penerjemahan dokumen hukum semakin meningkat, mulai dari individu yang ingin melanjutkan studi di luar negeri hingga perusahaan multinasional yang melakukan kerja sama bisnis. Berikut adalah beberapa contoh dokumen hukum yang sering kami temui.
Dokumen pribadi:
- Akta kelahiran
- Akta nikah
- Paspor
- Akta cerai
Dokumen perusahaan:
- Sertifikat pendirian perusahaan
- Anggaran Dasar
- Laporan keuangan
- Surat Kuasa
- Kontrak kerja
Dokumen hukum:
- Putusan pengadilan
- Surat kuasa khusus
- Gugatan
- Arbitrasi
- Dokumen imigrasi
Dokumen pendidikan:
- Transkrip catatan
- Diploma
- Sertifikat penyelesaian
- Surat rekomendasi
Dokumen properti:
- Akta jual beli
- Sertifikat tanah
- Izin bangunan
- Pajak tanah dan bangunan
Siapa yang bisa menerjemahkan dokumen hukum?

Meskipun siapa pun dapat mencoba menerjemahkan dokumen hukum, sangat penting untuk menyadari bahwa penerjemahan hukum adalah bidang khusus yang membutuhkan serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang unik. Meskipun individu dengan pemahaman dasar bahasa mungkin dapat menerjemahkan teks sederhana, kompleksitas dan nuansa dokumen hukum menuntut keahlian dari para profesional yang telah dilatih secara khusus untuk tugas ini.
Penerjemah hukum harus memiliki keterampilan dan kualitas berikut.
- Peneliti yang terampil: Mereka harus mampu melakukan penelitian menyeluruh tentang istilah hukum, konsep, dan nuansa budaya untuk memastikan terjemahan yang akurat.
- Mahir dalam setidaknya dua bahasa: Kefasihan dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran sangat penting untuk memahami dan menyampaikan nuansa terminologi hukum.
- Pemahaman tentang hukum, peraturan, dan berita: Pemahaman mendalam tentang sistem hukum, peraturan, dan peristiwa terkini di negara sumber dan negara sasaran sangat penting untuk menghasilkan terjemahan yang akurat dan relevan secara kontekstual.
- Tidak memihak: Penerjemah hukum harus mendekati pekerjaan mereka secara objektif dan menghindari bias pribadi yang dapat memengaruhi keakuratan dan objektivitas terjemahan mereka.
- Pengalaman menerjemahkan dokumen hukum: Pengalaman sebelumnya dalam menerjemahkan dokumen hukum sangat berharga, karena memungkinkan penerjemah untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menangani kompleksitas bidang khusus ini.
Dengan mempercayakan tugas penerjemahan hukum kepada para profesional yang berkualifikasi dan memiliki keterampilan serta kualitas tersebut, Anda dapat memastikan bahwa dokumen Anda diterjemahkan secara akurat, andal, dan sesuai dengan persyaratan hukum.
Praktik terbaik untuk menerjemahkan dokumen hukum

Menerjemahkan dokumen hukum bukan hanya sekadar menerjemahkan kata demi kata. Akurasi dan pemahaman mendalam tentang nuansa hukum sangatlah penting. Untuk memastikan terjemahan berkualitas tinggi, mari kita bahas beberapa praktik terbaik dalam menerjemahkan dokumen hukum.
Penguasaan terminologi hukum
Dokumen hukum seringkali mengandung terminologi yang sangat khusus yang dapat menjadi tantangan untuk diterjemahkan secara akurat. Seorang penerjemah hukum yang terampil harus memiliki pemahaman mendalam tentang konsep, definisi, dan nuansa hukum baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran. Ini termasuk keakraban dengan jargon hukum, frasa, dan ungkapan idiomatik yang spesifik untuk konteks hukum.
Contoh: Frasa “force majeure” adalah istilah hukum yang merujuk pada peristiwa tak terduga yang mencegah suatu pihak untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya. Seorang penerjemah tidak hanya harus mengetahui terjemahan langsung dari istilah ini, tetapi juga memahami implikasi hukumnya dan bagaimana istilah tersebut dapat diinterpretasikan secara berbeda dalam sistem hukum yang berbeda.
Memastikan akurasi dan presisi
Dokumen hukum seringkali mengikat secara hukum dan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan. Bahkan kesalahan kecil dalam penerjemahan dapat menyebabkan kesalahpahaman, perselisihan, atau tanggung jawab hukum. Penerjemah hukum harus berupaya mencapai tingkat akurasi dan ketelitian tertinggi dalam pekerjaan mereka, memastikan bahwa makna dokumen asli tersampaikan secara akurat dalam versi terjemahan.
Contoh: Dalam sebuah kontrak, istilah "imbalan" mengacu pada pertukaran nilai antara para pihak. Kesalahan penerjemahan istilah ini dapat secara signifikan mengubah kewajiban kontraktual dan membatalkan perjanjian.
Menggunakan gaya bahasa formal

Dokumen hukum biasanya menggunakan gaya bahasa yang formal dan tepat. Penerjemah hukum harus mempertahankan formalitas ini dalam terjemahan mereka, menghindari bahasa sehari-hari, bahasa gaul, atau ungkapan yang terlalu informal. Dokumen yang diterjemahkan harus ditulis dengan jelas, ringkas, dan profesional yang sesuai dengan konteks hukum.
Contoh: Alih-alih menggunakan frasa "sejumlah besar uang," seorang penerjemah hukum mungkin menggunakan istilah yang lebih formal, yaitu "jumlah yang substansial."
Memiliki pemahaman yang baik tentang jargon dan bahasa hukum
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dokumen hukum sering menggunakan jargon dan bahasa khusus yang mungkin asing bagi orang awam. Penerjemah hukum harus memiliki pemahaman yang kuat tentang terminologi hukum, struktur kalimat, dan frasa dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. Pemahaman ini akan membantu mereka menyampaikan makna dan maksud hukum dari dokumen asli secara akurat.
Contoh: Penerjemah hukum harus memahami konsep “stare decisis,” yaitu prinsip hukum bahwa pengadilan harus mengikuti preseden yang ditetapkan oleh pengadilan yang lebih tinggi dalam kasus-kasus sebelumnya.
Kesadaran pengguna akhir
Penerjemah hukum harus menyadari audiens yang dituju untuk dokumen yang diterjemahkan. Informasi ini dapat membantu mereka menyesuaikan terjemahan untuk memenuhi kebutuhan dan pemahaman khusus pengguna akhir. Misalnya, jika dokumen tersebut ditujukan untuk audiens awam, penerjemah mungkin perlu menggunakan bahasa yang lebih sederhana atau memberikan penjelasan tambahan.
Contoh: Jika dokumen hukum diterjemahkan untuk orang awam, penerjemah mungkin perlu menjelaskan istilah hukum yang kompleks dengan bahasa yang lebih sederhana atau memberikan konteks tambahan.
Memperhatikan format dan tata letak

Format dan tata letak dokumen hukum seringkali sangat terstruktur. Penerjemah hukum harus dengan cermat mempertahankan format asli, termasuk judul, subjudul, penomoran, dan indentasi. Hal ini membantu memastikan bahwa dokumen terjemahan terlihat jelas, mudah dibaca, dan konsisten dengan aslinya.
Contoh: Jika dokumen asli menggunakan sistem penomoran khusus untuk klausa atau pasal, dokumen terjemahan harus mengikuti sistem yang sama.
Menjaga kerahasiaan
Dokumen hukum seringkali berisi informasi sensitif yang harus dilindungi. Penerjemah hukum harus mematuhi standar kerahasiaan yang ketat dan memastikan bahwa isi dokumen tetap bersifat pribadi. Ini termasuk menggunakan saluran komunikasi yang aman dan menghindari berbagi informasi rahasia dengan pihak yang tidak berwenang.
Contoh: Penerjemah hukum tidak boleh membagikan isi dokumen hukum kepada siapa pun di luar klien dan perwakilan resmi mereka.
Mencari sertifikasi atau terjemahan bersertifikat
Meskipun tidak selalu wajib, memperoleh sertifikasi sebagai penerjemah hukum dapat menunjukkan keahlian dan kredibilitas Anda kepada klien. Sertifikasi seringkali melibatkan lulus ujian yang menilai pengetahuan Anda tentang terminologi hukum, teknik penerjemahan, dan standar etika. Selain itu, terjemahan bersertifikat mungkin diperlukan oleh lembaga pemerintah atau institusi hukum tertentu.
Contoh: Di beberapa yurisdiksi, dokumen pengadilan mungkin memerlukan terjemahan bersertifikat sebelum dapat diterima.
Tersedianya ahli hukum atau pengacara
Meskipun penerjemah hukum memiliki pemahaman mendalam tentang terminologi dan konsep hukum, berkonsultasi dengan ahli hukum atau pengacara dapat bermanfaat untuk dokumen yang sangat kompleks atau sensitif. Seorang profesional hukum dapat memberikan panduan tentang nuansa hukum, memastikan bahwa terjemahan akurat dan sesuai hukum, serta membantu menyelesaikan ambiguitas atau perbedaan apa pun.
Contoh: Jika suatu dokumen hukum melibatkan konsep hukum yang kompleks atau memiliki implikasi keuangan yang signifikan, berkonsultasi dengan ahli hukum dapat membantu memastikan bahwa terjemahan tersebut akurat dan sesuai dengan hukum.
Dengan menggunakan bantuan alat penerjemahan mesin

Meskipun disarankan agar dokumen hukum diterjemahkan menggunakan penerjemah profesional, saat ini Anda juga dapat memanfaatkan terjemahan mesin otomatis untuk mempercepat proses penerjemahan. Seperti yang kita ketahui, terjemahan mesin bisa kurang akurat, terutama ketika berurusan dengan terminologi hukum dan struktur kalimat yang kompleks.
Oleh karena itu, saat mencari alat penerjemahan yang tepat, pastikan alat tersebut memberikan akurasi tinggi dan memungkinkan Anda untuk terus mengedit hasil terjemahan guna mempertahankan keakuratannya.
Linguise adalah salah satu alat penerjemahan mesin yang dapat digunakan untuk menerjemahkan dokumen hukum. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan editor langsung (live editor) di bagian depan (front-end), di mana Anda dapat mengedit bagian dokumen secara langsung jika ada kesalahan. Aplikasi ini juga mengundang penerjemah ke editor langsung dan mengedit bersama.
Dengan akurasi 97% dan hingga 80 bahasa yang tersedia, Linguise dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membantu proses penerjemahan sebagai pelengkap penerjemahan oleh seorang penerjemah.
Selain itu, jika Anda ingin mengecualikan kata atau kalimat dalam dokumen hukum, Linguise juga mendukung fitur pengecualian. Sehingga kata tersebut tidak akan diterjemahkan ke dalam bahasa tujuan dan akan dibiarkan apa adanya, Anda dapat mengecualikan berdasarkan kata, baris, atau halaman.

Kesimpulan

Menerjemahkan dokumen hukum bukan hanya sekadar mengubah kata-kata. Hal ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang konsep hukum, terminologi, dan nuansa budaya. Kesalahan dapat berakibat serius, oleh karena itu penting untuk mengikuti praktik terbaik.
Penerjemah hukum yang berkualitas sangat penting untuk menghasilkan terjemahan yang akurat. Mereka memiliki keahlian dan pengetahuan untuk menangani kompleksitas dokumen hukum. Untuk mempercepat proses penerjemahan, pertimbangkan untuk menggunakan alat penerjemahan mesin otomatis seperti Linguise , tetapi selalu tinjau dan edit terjemahan dengan cermat. Sekarang, buat akun Linguise untuk menggabungkan keahlian manusia dan teknologi sehingga Anda dapat memastikan terjemahan hukum yang akurat dan andal.




