Memperluas bisnis e-niaga Anda ke pasar internasional sangat menarik, namun tantangan terjemahan dapat menentukan keberhasilan Anda. Terjemahan kata demi kata yang sederhana tidak cukup—perbedaan budaya, kendala teknis, dan pertimbangan SEO semua berperan dalam memastikan pengalaman berbelanja yang lancar dan menarik bagi pelanggan global.
Dalam artikel ini, kami akan membahas tantangan terjemahan untuk situs web e-niaga dan berbagi strategi praktis untuk mengatasinya sehingga Anda dapat memperluas jangkauan dengan percaya diri tanpa mengorbankan kualitas.
Mengapa penting untuk menerjemahkan situs web e-niaga Anda?

Jika Anda ingin menjangkau pasar global, menerjemahkan e-commerce Anda bukan hanya sebuah pilihan tetapi sebuah kebutuhan. Pelanggan cenderung lebih percaya dan nyaman berbelanja jika mereka dapat membaca informasi dalam bahasa mereka. Selain itu, ada banyak manfaat lain yang dapat Anda peroleh dari penerjemahan situs web. Berikut beberapa alasan mengapa.
- Meningkatkan kepercayaan pelanggan – Ketika pelanggan dapat membaca informasi dalam bahasa mereka, mereka lebih mempercayai merek dan merasa lebih nyaman berbelanja.
- Memudahkan pengalaman berbelanja – Pelanggan dapat memahami deskripsi produk, kebijakan pengiriman, dan instruksi pembayaran dengan jelas, mengurangi kebingungan dan meningkatkan kemungkinan pembelian.
- Meningkatkan konversi dan penjualan – Situs web yang diterjemahkan dengan baik membuat pelanggan lebih cenderung untuk menyelesaikan transaksi daripada situs yang hanya tersedia dalam satu bahasa.
- Meningkatkan SEO dan visibilitas global –Konten yang dioptimalkan dengan kata kunci lokal membantu meningkatkan peringkat pencarian di berbagai negara, menarik lebih banyak pelanggan potensial.
- Perluas pasar dan kompetitif – Dengan mendukung banyak bahasa, bisnis Anda dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan bersaing di pasar global tanpa hambatan bahasa.
10 Tantangan menerjemahkan situs web e-commerce

Ada berbagai tantangan yang perlu diatasi agar penerjemahan situs web e-commerce berjalan lancar di berbagai pasar. Berikut beberapa tantangan utama yang sering dihadapi dalam proses penerjemahan e-commerce.
1. Volume konten tinggi dan pembaruan yang sering
E-commerce memiliki ribuan produk yang terus menerus diperbarui dalam hal deskripsi, harga, dan stok. Setiap perubahan ini perlu diterjemahkan dengan cepat untuk menjaga informasi tetap konsisten di semua bahasa. Mengelola volume konten yang besar dapat menjadi tantangan, terutama jika dilakukan secara manual.
Terlebih lagi, bukan hanya produk yang berubah, tetapi juga elemen lain seperti promosi, kebijakan pengiriman, dan konten blog yang mendukung pemasaran. Jika ada penundaan dalam menerjemahkan perubahan ini, pelanggan di pasar tertentu mungkin mendapatkan informasi yang sudah ketinggalan zaman atau bahkan tidak relevan, yang dapat berdampak negatif pada kepercayaan mereka terhadap merek.
2. Mempertahankan suara merek dan nuansa budaya
Setiap merek memiliki gaya komunikasi yang khas, dan menerjemahkannya tanpa kehilangan identitasnya bisa menjadi tantangan besar. Juga, ekspresi atau gaya bahasa yang bekerja dengan baik dalam satu budaya mungkin tidak selalu diterima dengan baik di budaya lain.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan suara merek dan identitas bisnis sebelum menerjemahkan konten. Apakah gaya komunikasi merek lebih santai atau formal? Siapa target audiensnya - apakah itu anak muda, profesional, atau segmen pasar lainnya? Faktor-faktor ini akan sangat mempengaruhi bagaimana produk diterjemahkan untuk tetap relevan dan efektif.
Jika sebuah merek menargetkan orang muda dengan gaya bahasa santai, terjemahan juga harus mencerminkan nuansa yang sama tanpa kehilangan makna aslinya. Sebaliknya, merek yang lebih profesional atau korporat membutuhkan pendekatan yang lebih formal untuk tetap kredibel di mata audiensnya.
3. Variasi dalam sistem pembayaran

Setiap negara memiliki preferensi yang berbeda dalam hal sistem pembayaran. Pelanggan mungkin enggan menyelesaikan pembelian mereka jika toko e-commerce tidak mendukung metode pembayaran lokal.
Di luar preferensi, faktor regulasi dan kebiasaan transaksi pengguna juga berperan. Beberapa negara memiliki peraturan ketat mengenai keamanan pembayaran digital, sementara di negara lain, metode pembayaran berbasis bank lebih umum daripada kartu kredit. Jika toko online tidak siap untuk perbedaan ini, pelanggan mungkin akan kesulitan untuk menyelesaikan transaksi mereka.
Beberapa sistem pembayaran populer di berbagai negara termasuk.
- Amerika Serikat: Kartu kredit seperti Visa, Mastercard, dan American Express tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh layanan digital seperti PayPal dan Apple Pay.
- Eropa: Banyak negara menggunakan SEPA (Area Pembayaran Euro Tunggal) untuk transfer bank, sementara PayPal, Klarna (pembayaran cicilan), dan iDEAL (Belanda) juga populer.
- Tiongkok: Alipay dan WeChat Pay mendominasi pasar pembayaran digital, melampaui kartu kredit dalam banyak transaksi online.
- Jepang: Pembayaran Konbini (di toko-toko swalayan seperti 7-Eleven) dan kartu kredit domestik seperti JCB banyak digunakan.
- Indonesia: Dompet digital seperti GoPay, OVO, dan Dana semakin populer, sementara transfer bank melalui Virtual Account adalah metode pembayaran standar.
Anda dapat menyediakan sistem pembayaran berdasarkan target pasar Anda, yang berarti tidak semua metode pembayaran harus ditawarkan.
4. Penyesuaian format tanggal dan satuan ukuran
Format tanggal, ukuran, dan mata uang bervariasi di seluruh negara. Kesalahan dalam menampilkan informasi ini dapat membingungkan pelanggan dan meningkatkan risiko kesalahan pembelian.
Pelanggan mengandalkan informasi yang jelas saat membuat keputusan. Jika mereka menemukan format yang tidak biasa, mereka mungkin ragu untuk melakukan pembelian. Misalnya, pelanggan di Jepang yang melihat harga dalam dolar AS mungkin bingung jika tidak ada pilihan konversi mata uang langsung. Hal yang sama berlaku untuk ukuran pakaian atau sepatu, yang mengikuti standar regional yang berbeda.
Berikut beberapa perbedaan format umum yang ditemukan di berbagai negara:
Kategori | Amerika Serikat | Eropa & Sebagian Besar Negara | Jepang & Cina | Inggris |
Format Tanggal | MM/DD/YYYY (07/04/2024) | DD/MM/YYYY (04/07/2024) | YYYY/MM/DD (2024/07/04) | DD/MM/YYYY (04/07/2024) |
Ukuran Pakaian | S, M, L, XL | 36, 38, 40, 42 | 9, 11, 13, 15 | 6, 8, 10, 12 |
Satuan Panjang | Inci & Kaki | Meter & Sentimeter | Meter & Sentimeter | Meter & Sentimeter |
Satuan Berat | Pound (lbs) | Kilogram (kg) | Kilogram (kg) | Batu & Pound |
Suhu | Fahrenheit (°F) | Celsius (°C) | Celsius (°C) | Celsius (°C) |
Mata Uang | Dolar AS (USD) | Euro (EUR) | Yen (JPY) & Yuan (CNY) | Pound Sterling Inggris (GBP) |
Jika toko e-commerce tidak menyesuaikan format ini dengan konvensi lokal, pelanggan mungkin akan mengalami kebingungan, terutama saat memeriksa harga produk, ukuran, atau waktu pengiriman.
5. Akurasi teknis dan terminologi khusus industri
Jika e-niaga menjual produk di industri khusus seperti teknologi, perawatan kesehatan, atau otomotif, terjemahan harus sangat akurat. Kesalahan dalam menerjemahkan spesifikasi teknis dapat menyebabkan kebingungan atau bahkan masalah hukum.
Di beberapa industri, terjemahan yang tidak akurat tidak hanya membingungkan tetapi juga dapat berdampak pada keselamatan pengguna. Misalnya, di industri farmasi, kesalahan dalam menerjemahkan dosis atau instruksi penggunaan dapat memiliki konsekuensi serius. Di industri teknologi, salah menerjemahkan spesifikasi perangkat dapat menyebabkan pelanggan membeli produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
6. SEO dan optimasi pencarian multibahasa

Menerjemahkan e-commerce ke dalam bahasa yang berbeda tidaklah cukup. Agar produk mudah ditemukan di mesin pencari, strategi SEO multibahasa harus diterapkan dengan tepat. Setiap bahasa memiliki kata kunci yang berbeda, dan terjemahan langsung seringkali tidak sesuai dengan istilah yang dicari pengguna lokal. Misalnya, dalam bahasa Inggris, orang mungkin mencari "jaket musim dingin," sedangkan di Jerman, mereka lebih sering mengetik "Winterjacke."
Selain kata kunci, struktur situs juga penting. Google dan mesin pencari lainnya perlu memahami halaman dalam berbagai bahasa tanpa menganggapnya sebagai konten duplikat. Ini memerlukan implementasi tag hreflang yang benar sehingga setiap versi bahasa ditampilkan kepada audiens yang tepat. Jika tidak dilakukan dengan benar, peringkat pencarian dapat turun, mengurangi potensi lalu lintas organik.
Beberapa elemen yang sering menjadi tantangan dalam SEO multibahasa.
- Menentukan kata kunci yang tepat dalam setiap bahasa dan budaya
- Penggunaan tag hreflang untuk mengarahkan mesin pencari ke halaman yang sesuai
- Terjemahan judul meta dan deskripsi meta untuk membuatnya tetap menarik dan relevan
- Kustomisasi URL (slug) yang ramah SEO untuk setiap bahasa
- Kecepatan dan kinerja situs web setelah menambahkan berbagai versi bahasa
Tanpa optimalisasi yang tepat, situs e-commerce dapat kehilangan pangsa pasar lokal, bahkan jika produk yang ditawarkan berkualitas tinggi.
7. Biaya dan alokasi sumber daya
Banyak bisnis menganggap penerjemahan sebagai tugas satu kali, meskipun konten di situs e-commerce terus diperbarui, mulai dari deskripsi produk hingga ulasan pelanggan hingga kebijakan pengiriman. Biaya penerjemahan dapat bertambah tanpa hasil optimal dan strategi anggaran yang jelas.
Selain biaya, ada juga tantangan sumber daya manusia. Apakah bisnis akan menggunakan penerjemah profesional, penerjemah mesin, atau kombinasi keduanya?
Kurangnya perencanaan juga menjadi penyebab proyek terjemahan terhenti di tengah jalan atau terjemahan berkualitas buruk. Oleh karena itu, bisnis perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang sehingga investasi dalam terjemahan memberikan pengembalian maksimum.
8. Tantangan dukungan pelanggan multibahasa
Menerjemahkan situs web ke dalam bahasa yang berbeda adalah satu hal, tetapi memberikan layanan pelanggan dalam bahasa yang berbeda adalah tantangan lain. Pelanggan ingin merasa dipahami ketika mereka bertanya atau mengeluh, dan dukungan dalam bahasa mereka dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka.
Banyak bisnis mencoba mengatasi hal ini dengan chatbot berbasis AI, tetapi pelanggan dapat merasa frustrasi jika terjemahan tidak akurat. Selain itu, beberapa masalah lebih kompleks dan memerlukan interaksi manusia, yang dapat menjadi hambatan jika tidak ada staf yang memahami bahasa pelanggan.
Tantangan lainnya adalah perbedaan budaya dalam komunikasi. Misalnya, pelanggan di Jepang lebih suka komunikasi yang formal dan sopan, sementara pelanggan di Amerika Serikat lebih nyaman dengan pendekatan yang santai. Jika bisnis tidak mengadopsi gaya komunikasi ini, pelanggan dapat merasa tidak dihargai.
9. Integrasi teknis dan kompatibilitas platform

Menambahkan fitur multibahasa ke e-commerce bukan hanya tentang menerjemahkan teks. Platform seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento memiliki cara berbeda dalam menangani beberapa bahasa. Jika mereka tidak kompatibel, mungkin ada masalah seperti tampilan halaman yang berantakan atau checkout yang tidak berfungsi di versi tertentu.
Selain itu, sistem manajemen konten (CMS) juga harus dapat menangani pembaruan tanpa memperlambat operasi, terutama jika setiap perubahan perlu diperbarui secara manual dalam setiap bahasa.
Oleh karena itu, penting untuk menggunakan layanan terjemahan teknologi dan sistem caching yang mendukung multibahasa untuk menjaga situs tetap responsif dan memberikan pengalaman pengguna yang baik.
10. Kepatuhan hukum dan peraturan regional
Setiap negara memiliki peraturan yang berbeda terkait e-commerce, jadi menerjemahkan situs web saja tidak cukup. Misalnya, Uni Eropa mewajibkan kepatuhan GDPR untuk perlindungan data pengguna, sementara di China, ada aturan ketat tentang penyimpanan data di server asing. Selain itu, aturan pajak dan garansi produk juga bervariasi. Jika mereka tidak mematuhi peraturan setempat, pelanggan mungkin dikenakan biaya tambahan saat checkout atau mengalami masalah saat mengembalikan barang.
Kesalahpahaman terhadap peraturan ini dapat menyebabkan denda atau bahkan larangan operasional di negara tertentu. Oleh karena itu, bisnis perlu menjaga kebijakan mereka tetap mutakhir untuk mematuhi hukum lokal dan memastikan transparansi pelanggan.
Tips untuk menghindari tantangan penerjemahan e-commerce
Agar bisnis dapat berkembang di pasar global, diperlukan strategi terjemahan yang tepat untuk memastikan konten tetap akurat, menarik, dan relevan bagi audiens lokal. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan menerjemahkan situs web e-commerce.
Investasikan dalam layanan terjemahan yang terintegrasi dengan platform e-commerce

Layanan terjemahan yang terintegrasi langsung dengan platform e-commerce dapat menghemat waktu dan memastikan proses terjemahan yang lebih efisien. Integrasi ini memungkinkan otomatisasi pembaruan konten sehingga perubahan pada produk atau halaman tidak perlu diterjemahkan secara manual satu per satu.
Selain itu, solusi ini juga memastikan konsistensi dalam penggunaan istilah dan gaya bahasa di seluruh situs web, sehingga pengalaman pelanggan tetap terjaga. Misalnya, jika toko online menggunakan Shopify atau WooCommerce, memilih layanan terjemahan yang kompatibel dengan platform ini akan menyederhanakan manajemen bahasa dan meminimalkan kesalahan teknis.
Untuk memastikan kualitas terjemahan tetap optimal, pertimbangkan untuk menggunakan Linguise situs web terjemahan otomatis, yang menawarkan integrasi mudah dengan berbagai platform e-commerce dan mendukung pembaruan otomatis.
Sesuaikan terjemahan dengan strategi pemasaran
Terjemahan adalah menyesuaikan pesan dengan budaya dan preferensi pasar lokal. Strategi pemasaran multibahasa yang efektif harus diterjemahkan dengan mempertimbangkan elemen lokal seperti gaya komunikasi, tren pasar, dan nilai-nilai yang dipegang oleh pelanggan di negara tersebut.
Sebagai contoh, kampanye promosi yang sukses di Amerika Serikat mungkin perlu disesuaikan untuk pasar Jepang dengan pendekatan yang lebih formal atau menggunakan influencer lokal yang lebih dikenal. Selain itu, slogan dan pesan branding harus tetap konsisten namun tetap terasa alami dalam bahasa target.
Dengan menyesuaikan strategi pemasaran dalam terjemahan, e-commerce dapat meningkatkan interaksi pelanggan dan membangun kepercayaan lebih cepat di pasar internasional.
Bekerja dengan penerjemah lokal
Bekerja dengan penerjemah lokal dapat membantu bisnis lebih memahami konteks budaya dan preferensi pelanggan di setiap negara. Penerjemah lokal tidak hanya menerjemahkan kata-kata tetapi juga menyesuaikan ekspresi, idiom, dan bahkan format penulisan yang lebih sesuai dengan pasar target.
Selain itu, penerjemah lokal juga dapat membantu dalam menyesuaikan materi pemasaran, memastikan bahwa slogan, deskripsi produk, dan konten promosi tetap efektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Misalnya, di industri fashion, penerjemah dapat memastikan bahwa deskripsi ukuran dan gaya sesuai dengan kebiasaan belanja pelanggan di negara tersebut.
Dalam terjemahan Linguise , Anda dapat berkolaborasi dengan penerjemah lokal dengan lancar dengan memungkinkan bisnis untuk mengundang mereka langsung ke dasbor. Anda hanya perlu memasukkan email mereka, memilih domain, dan menetapkan bahasa yang akan mereka tinjau.

Terapkan SEO e-commerce multibahasa

SEO untuk toko e-commerce multibahasa tidak dapat mengandalkan terjemahan langsung tetapi membutuhkan strategi yang dioptimalkan sehingga pengguna lokal dapat dengan mudah menemukan produk di mesin pencari. Beberapa elemen SEO yang harus dipertimbangkan termasuk.
- Riset kata kunci lokal – Gunakan kata kunci yang paling sering dicari oleh pengguna dalam bahasa target, bukan hanya terjemahan langsung dari bahasa utama.
- Tag Hreflang – Pastikan Google memahami halaman dalam berbagai bahasa untuk menampilkan versi yang tepat kepada pengguna berdasarkan lokasi dan bahasa mereka.
- Optimalisasi meta deskripsi dan tag judul – Meta deskripsi dan judul halaman harus ditulis ulang dalam bahasa target dengan kata kunci yang relevan.
- URL ramah SEO – Gunakan struktur URL yang mendukung SEO internasional, seperti domain khusus negara (ccTLD) atau subfolder per bahasa.
- Optimalisasi kecepatan situs web – Pastikan server dan cache dioptimalkan untuk menjaga situs web tetap cepat di berbagai lokasi.
Dengan menerapkan SEO multibahasa yang tepat, e-commerce dapat meningkatkan visibilitasnya dalam pencarian lokal dan menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai negara.
Lakukan penyuntingan manual pada hasil terjemahan mesin
Meskipun penerjemahan mesin dapat mempercepat proses, hasilnya seringkali tidak sempurna dan memerlukan sentuhan manusia untuk memastikan akurasi dan keterbacaan. Pengeditan manual sangat penting untuk memperbaiki kesalahan kontekstual, meningkatkan kualitas bahasa, dan memastikan pesan tetap sesuai dengan audiens target.
Untuk mempermudah proses ini, Linguise fitur terjemahan memiliki editor langsung front-end, yang memungkinkan tim atau penerjemah untuk mengedit terjemahan langsung di halaman web secara real-time. Dengan fitur ini, bisnis dapat berkolaborasi untuk menyempurnakan terjemahan tanpa mengubah kode atau mengakses backend secara manual.

Kesimpulan
Mengatasi tantangan terjemahan untuk e-commerce memastikan pengalaman berbelanja yang mulus bagi pelanggan global. Risiko kesalahan terjemahan, kebingungan pelanggan, dan hilangnya peluang pasar dapat meningkat tanpa strategi yang tepat. Oleh karena itu, memilih solusi terjemahan yang efisien dan akurat adalah kunci untuk tetap kompetitif secara internasional.
Linguise adalah solusi yang membantu bisnis e-commerce menerjemahkan situs mereka secara otomatis dengan kualitas tinggi dan optimalisasi SEO yang lebih baik. Didukung oleh teknologi AI, Linguise memastikan setiap terjemahan tetap relevan dan sesuai secara budaya sehingga Anda dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir tentang hambatan bahasa. Coba Linguise hari ini dan buka peluang baru bagi bisnis e-commerce Anda di pasar global!



